Polisi Peduli Pendidikan, Wakapolresta Balikpapan Ingatkan Murid dan Santri, Waspada Hoaks, Penyalahgunaan AI hingga Bahaya Narkoba

 

BALIKPAPAN – Perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat membawa peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda. Untuk itu, para santri perlu membekali diri dengan literasi digital, pemahaman hukum, serta kesadaran menjaga keselamatan. Pesan tersebut disampaikan Wakapolresta Balikpapan AKBP Fauzan Arianto, S.H., S.I.K., M.H., saat memimpin kegiatan Polisi Peduli Pendidikan di Pondok Pesantren Bairuha, Jalan Guntur Damai Nomor 128, RT 38, Gunung Sari Ulu, Balikpapan Tengah, Senin (26/10/2026).

 

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA ini merupakan bagian dari program Polisi Bersama Masyarakat dan diikuti sekitar 200 santri tingkat SMP dan SMA, para guru, serta pengurus Pondok Pesantren Bairuha. Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan para santri mengenai dunia kepolisian sekaligus memberikan edukasi tentang berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

 

Kedatangan Wakapolresta Balikpapan bersama jajaran disambut oleh pengurus pesantren. Rangkaian kegiatan berlangsung di aula pondok, diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Balikpapan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh santri Al Farizi, doa bersama, serta penyampaian sambutan dan pembekalan.

 

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bairuha, H. Munawar Kholil, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan jajaran Polresta Balikpapan. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menambah wawasan santri mengenai tugas kepolisian, terlebih sejumlah santri memiliki cita-cita menjadi anggota Polri.

 

Ia juga menjelaskan bahwa pendidikan di Pondok Pesantren Bairuha tidak hanya menitikberatkan pada pendidikan formal, tetapi juga pembentukan karakter melalui 29 nilai karakter, pendalaman ilmu agama, dan dakwah. Sebagian lulusan SMA melanjutkan pengabdian sebagai juru dakwah, sebagian lainnya menempuh pendidikan tinggi, dan sejumlah alumni telah bergabung dengan institusi Polri maupun TNI.

 

Dalam arahannya, AKBP Fauzan Arianto menekankan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan zaman, termasuk kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi. Ia mengingatkan para santri agar mampu menyikapi berbagai informasi secara bijaksana dan tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum jelas kebenarannya.

 

“Di era citizen journalism dan post-truth saat ini, setiap orang dapat menyebarkan informasi dengan sangat cepat. Karena itu, adik-adik harus cermat dalam menerima informasi, memeriksa kebenarannya, dan tidak ikut menyebarkan berita yang belum terverifikasi,” demikian pesan yang disampaikan dalam pembekalan tersebut.

 

Wakapolresta juga mengingatkan para santri untuk bijak menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi harus dimanfaatkan untuk hal-hal positif, bukan untuk membuat atau menyebarkan konten manipulatif maupun pornografi yang dapat merugikan orang lain dan menimbulkan konsekuensi hukum.

 

Selain literasi digital, AKBP Fauzan mengajak para santri menjauhi narkoba karena dapat merusak kesehatan, mengganggu pendidikan, dan menghancurkan masa depan. Ia mendorong para santri untuk menjaga pergaulan, memperkuat karakter, serta berani mengambil keputusan yang baik bagi diri sendiri dan lingkungan.

 

Pesan mengenai keselamatan berlalu lintas juga menjadi bagian dari pembekalan. Para santri diingatkan agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI saat mengendarai sepeda motor, tidak menggunakan telepon genggam ketika berkendara, tidak kebut-kebutan, serta tidak mengemudi di bawah pengaruh alkohol.

 


Sebagai bentuk keterbukaan pelayanan kepada masyarakat, Wakapolresta Balikpapan turut membuka ruang komunikasi bagi para santri dan pengurus pesantren yang membutuhkan informasi maupun bantuan terkait permasalahan hukum.

 

“Kami membuka ruang komunikasi bagi adik-adik santri maupun pengurus pondok pesantren yang membutuhkan informasi atau bantuan terkait permasalahan hukum. Silakan berkoordinasi melalui nomor pengaduan 0812-3750-2005,” pesan AKBP Fauzan dalam kegiatan tersebut.

 

Ia berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat memperkuat hubungan antara Polri dan lembaga pendidikan serta membantu generasi muda memahami pentingnya kesadaran hukum, tanggung jawab dalam menggunakan teknologi, dan kepedulian terhadap keamanan lingkungan.

 

Kegiatan Polisi Peduli Pendidikan ini menjadi wujud sinergi Polresta Balikpapan dengan dunia pendidikan dalam mendukung pembentukan generasi muda yang berkarakter, berpengetahuan, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Kehadiran Polri di lingkungan pesantren diharapkan tidak hanya memperkenalkan tugas kepolisian, tetapi juga mempererat kedekatan antara polisi, santri, dan masyarakat.

 

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sekitar pukul 10.13 WITA. Melalui program Polisi Bersama Masyarakat, Polresta Balikpapan berkomitmen untuk terus membangun komunikasi dan kerja sama dengan lembaga pendidikan demi mewujudkan generasi muda yang cerdas, berintegritas, disiplin, dan sadar hukum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar