Operasi Patuh Mahakam 2026 Dimulai! Polresta Balikpapan Kedepankan Edukasi dan Pendekatan Humanis Bukan Sekadar Penindakan

 

BALIKPAPAN – Polresta Balikpapan melaksanakan Operasi Kepolisian Kewilayahan Patuh Mahakam 2026 mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Operasi ini bertujuan meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, serta mengurangi fatalitas korban kecelakaan lalu lintas.

 

Dalam pelaksanaan operasi tersebut, Polda Kalimantan Timur melibatkan sebanyak 713 personel, sementara Polresta Balikpapan mengerahkan 74 personel untuk mendukung pelaksanaan operasi di wilayah Kota Balikpapan.

 

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol. Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa Operasi Patuh Mahakam 2026 merupakan upaya kepolisian untuk membangun kesadaran dan meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas, sekaligus mewujudkan keamanan dan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan.

 

“Melalui Operasi Patuh Mahakam 2026, kami mengajak seluruh masyarakat Kota Balikpapan untuk semakin disiplin dan tertib dalam berlalu lintas. Keselamatan harus menjadi prioritas utama, bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga untuk melindungi pengguna jalan lainnya.” ucap Kapolresta Balikpapan.

 

Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan operasi secara profesional, proporsional, dan humanis. Pendekatan edukatif dan persuasif diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas merupakan kebutuhan bersama, bukan semata-mata untuk menghindari sanksi.

 

Operasi Patuh Mahakam 2026 merupakan operasi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat yang bersifat terbuka, dengan mengedepankan fungsi lalu lintas Polri serta didukung fungsi operasional kepolisian lainnya. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara profesional, bermoral, dan humanis.

 

Dalam pelaksanaannya, Polresta Balikpapan bersinergi dengan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Polisi Militer Angkatan Darat (POM AD), Polisi Militer Angkatan Udara (POM AU), Polisi Militer Angkatan Laut (POM AL), PT Jasa Raharja, serta Dinas Perhubungan Kota Balikpapan.

 

Sinergi lintas instansi tersebut diharapkan dapat mendukung ketertiban lalu lintas, meningkatkan kepatuhan pengguna jalan, serta menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan lancar di Kota Balikpapan.

 

Adapun sasaran utama operasi meliputi penurunan angka pelanggaran lalu lintas, penurunan angka kecelakaan dan fatalitas korban, serta peningkatan disiplin dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas.

 

Kegiatan operasi mengedepankan imbauan yang bersifat edukatif dan persuasif dengan pendekatan humanis. Sementara itu, penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas dilaksanakan melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik statis maupun bergerak (mobile), serta penggunaan blanko teguran sesuai mekanisme yang berlaku.

 

Kapolresta Balikpapan juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu dan marka jalan, menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai ketentuan, melengkapi surat-surat kendaraan, tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara, serta menghindari perilaku berkendara yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

 

“Dukungan dan kesadaran masyarakat sangat menentukan keberhasilan operasi ini. Mari bersama-sama menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas demi mewujudkan situasi lalu lintas yang tertib, aman, dan lancar di Kota Balikpapan.” tambahnya.

 

Melalui Operasi Patuh Mahakam 2026 yang berlangsung hingga 8 November 2026, Polresta Balikpapan bersama Polda Kaltim dan instansi terkait berkomitmen mendorong terciptanya budaya tertib berlalu lintas serta meningkatkan keselamatan seluruh pengguna jalan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar