Sinergi TNI-Polri dan Pemda, Warga Pringgodani Balikpapan Timur Diajak Hentikan Kebiasaan Bakar Lahan

 

BALIKPAPAN – Upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus diperkuat melalui edukasi langsung kepada masyarakat. Tim Penyuluh Bencana Karhutla TNI Kodim 0905/Balikpapan bersama Polsek Balikpapan Timur dan unsur Muspika melaksanakan penyuluhan dan edukasi lapangan di Kampung Pringgodani, RT 30, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Selasa (15/9/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Perwira Tinggi TNI, Camat Balikpapan Timur, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tokoh masyarakat setempat. Penyuluhan difokuskan pada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan Karhutla sekaligus memberikan penjelasan mengenai Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).


Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman bahwa TMC bukanlah teknologi yang membuat awan baru dari kondisi langit yang tidak memiliki awan. TMC dilakukan dengan menyemai awan yang telah memiliki kandungan air di atmosfer sehingga dapat mempercepat maupun meningkatkan potensi terjadinya hujan.


Penjelasan tersebut diberikan agar masyarakat memiliki pemahaman yang tepat mengenai fungsi dan keterbatasan TMC. Teknologi modifikasi cuaca merupakan salah satu upaya pendukung dalam menghadapi kondisi tertentu dan bukan pengganti langkah pencegahan Karhutla di tingkat masyarakat.


Para warga juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menghentikan aktivitas pembakaran lahan, khususnya ketika melakukan pembersihan kebun. Kondisi cuaca yang panas dan kering dapat membuat vegetasi mudah terbakar sehingga api berpotensi menjalar dengan cepat apabila tidak dikendalikan.


Masyarakat diimbau untuk memilih cara yang lebih aman dalam membersihkan lahan dan tidak menggunakan api sebagai metode pembersihan. Selain membahayakan lingkungan, kebakaran yang tidak terkendali dapat mengancam lahan, fasilitas maupun permukiman di sekitarnya.


Dalam kesempatan tersebut, TNI-Polri juga mengajak warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan. Masyarakat diharapkan tidak menunggu api membesar, tetapi segera memberikan informasi apabila menemukan asap maupun titik api sekecil apa pun.


Kehadiran Bhabinkamtibmas dan Babinsa dalam kegiatan tersebut turut memperkuat komunikasi antara aparat dengan masyarakat. Kedekatan tersebut diharapkan dapat mempermudah koordinasi apabila sewaktu-waktu ditemukan potensi kebakaran di wilayah Teritip.


Sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menghadapi ancaman Karhutla. Dengan kolaborasi yang baik, upaya deteksi dini, pencegahan dan penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terpadu.


Tim penyuluh juga menekankan bahwa keberhasilan pencegahan Karhutla sangat bergantung pada kesadaran masyarakat. Teknologi maupun kesiapan petugas akan lebih efektif apabila didukung perilaku masyarakat yang tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api.


Masyarakat Kampung Pringgodani kemudian diajak bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan. Apabila menemukan titik api atau kepulan asap, warga diminta segera melaporkannya kepada Ketua RT maupun petugas terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti.


Melalui kegiatan edukasi tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Karhutla semakin meningkat. Sinergi TNI-Polri, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kekuatan bersama untuk menjaga Balikpapan Timur tetap aman dan terbebas dari ancaman Karhutla.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar