Merawat Masa Depan Tanpa Narkoba, Polresta Balikpapan Tebar Edukasi Lewat Jumat Berkah

BALIKPAPAN – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Antik Mahakam 2026, personel kepolisian menggelar kegiatan sambang yang dikemas melalui program Jumat Berkah sebagai bentuk pendekatan preventif dan humanis kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di wilayah Kelurahan Damai, Jalan MT Haryono, melalui kolaborasi antara Polri dan tokoh agama dengan menyasar Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) sebagai lokasi pembinaan.


Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepada Urusan Pembinaan dan Operasional (KBO) Satresnarkoba Polresta Balikpapan IPDA Wisnu Cahyo Apriliyadi, bersama personel yang tergabung dalam Operasi Antik Mahakam 2026.


Dalam kesempatan tersebut, Polri bersama tokoh agama memberikan penyuluhan dan edukasi kepada anak-anak serta pengurus LKSA mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.


Melalui penyampaian materi yang komunikatif dan interaktif, peserta diberikan pemahaman mengenai dampak buruk penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan fisik dan mental, masa depan generasi muda, hingga konsekuensi hukum yang mengancam para pelaku penyalahgunaan narkoba.


Selain itu, peserta juga diajak memperkuat nilai-nilai keagamaan, moral, dan kepedulian sosial sebagai benteng utama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini.


Dalam arahannya, IPDA Wisnu Cahyo Apriliyadi menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan oleh aparat penegak hukum semata, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

 

"Pencegahan penyalahgunaan narkoba merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan sambang yang dikemas dalam program Jumat Berkah ini, kami ingin menghadirkan Polri lebih dekat dengan masyarakat sekaligus membangun sinergi bersama tokoh agama dalam memberikan edukasi kepada generasi muda agar memiliki ketahanan diri, berani mengatakan tidak terhadap narkoba, serta mampu menjaga masa depan mereka," ujar IPDA Wisnu Cahyo Apriliyadi.


Ia menambahkan, Operasi Antik Mahakam 2026 tidak hanya berorientasi pada penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, tetapi juga mengedepankan langkah-langkah pencegahan melalui edukasi yang menyentuh langsung masyarakat.

 

"Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, tokoh agama, pengurus lembaga sosial, dan lingkungan sekitar untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap anak-anak dan remaja. Pengawasan, pembinaan, serta penanaman nilai-nilai agama dan moral sejak dini merupakan benteng paling efektif agar mereka tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Pencegahan akan berhasil apabila dilakukan secara bersama-sama," tambahnya.


Lebih lanjut, ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif dalam memerangi narkoba.

 

"Anak-anak adalah aset bangsa yang harus kita lindungi. Melalui pendekatan yang humanis dan kolaborasi dengan tokoh agama, kami ingin menanamkan nilai-nilai positif agar mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, berprestasi, dan bebas dari pengaruh narkoba," tutupnya.


Melalui kegiatan sambang yang dikemas dalam program Jumat Berkah ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin erat antara Polri, tokoh agama, lembaga sosial, dan masyarakat dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkoba. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi implementasi komitmen Polri dalam mengedepankan langkah preventif, edukatif, dan humanis guna mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, serta bebas dari ancaman narkoba demi menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar