Sinergi Polsek Balikpapan Barat, TNI, BPBD dan Perusahaan, Karhutla Daerah Kariangau Berhasil Dipadamkan

 

BALIKPAPAN – Upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kelurahan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat, terus dilakukan secara terpadu. Tim gabungan lintas instansi kembali melaksanakan pemadaman lanjutan di kawasan RT 15, tepatnya di sekitar Jalan Tol Segmen 3B jalur Pelabuhan Peti Kemas, Rabu (23/9/2026).


Kegiatan pemadaman dimulai sekitar pukul 11.10 WITA dengan melibatkan personel Polsek Balikpapan Barat, TNI, BPBD Kota Balikpapan, PMK, serta sejumlah unsur perusahaan yang berada di kawasan tersebut. Penanganan dipimpin langsung Kapolsek Balikpapan Barat AKP Hari Purnomo, S.Sos., M.H.


Sekitar pukul 11.37 WITA, Kapolsek bersama personel Polsek Balikpapan Barat dan Tim Satgas Karhutla tiba di titik kumpul untuk mempersiapkan pelaksanaan pemadaman. Sebelum bergerak menuju titik api, seluruh unsur terlebih dahulu menyiapkan peralatan serta sarana pendukung yang diperlukan untuk menghadapi kondisi medan di kawasan hutan kota.


Dalam penanganan tersebut, BPBD Kota Balikpapan turut mengerahkan drone untuk membantu pemantauan kondisi wilayah. Sementara kebutuhan pemadaman didukung sejumlah peralatan dan sumber air, di antaranya selang pemadam berukuran 2,5 inci dan 5 inci dari PT Interport, sumur suplai air dari PT PLN Nusantara Power, serta sejumlah kendaraan tangki pemadam dan penyuplai air.


Armada yang digunakan antara lain satu unit truk pemadam BPBD berkapasitas 4.000 liter, kendaraan pemadam PMK Kota Balikpapan dengan kapasitas 4.000 liter, kendaraan tangki penyuplai air dari PT PLN Nusantara Power berkapasitas 10.000 liter, serta truk tangki penyuplai air dari kawasan Tol Segmen 3B berkapasitas 4.000 liter.


Dukungan juga datang dari sejumlah perusahaan yang berada di sekitar wilayah penanganan. Selain menyediakan kebutuhan air dan peralatan pendukung, sejumlah pihak turut memberikan dukungan konsumsi bagi personel yang bertugas di lapangan. Perlengkapan keselamatan seperti sepatu boot dan sarung tangan juga digunakan untuk mendukung keamanan petugas selama proses pemadaman.


Sekitar pukul 12.08 WITA, seluruh Tim Satgas Karhutla mulai melakukan pemadaman pada titik api yang berada di kawasan hutan kota RT 15, Kariangau. Pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan menyesuaikan kondisi medan dan pergerakan api di lapangan.


Penanganan sempat dihentikan sementara sekitar pukul 14.00 WITA untuk istirahat dan makan siang. Pada kesempatan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kota Balikpapan bersama Kapolsek Balikpapan Barat memberikan arahan kepada seluruh tim mengenai langkah penanganan berikutnya.


Perubahan arah hembusan angin menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Kondisi tersebut menyebabkan pergerakan titik api berubah sehingga tim harus kembali dikerahkan menuju lokasi pemadaman berikutnya. Sekitar pukul 14.20 WITA, tim tiba di titik tersebut dan kembali melakukan upaya pemadaman.


Berkat kerja sama dan koordinasi seluruh unsur, sekitar pukul 15.49 WITA api berhasil dipadamkan. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan dengan proses pendinginan di lokasi untuk memastikan tidak terdapat titik panas maupun bara yang berpotensi memunculkan kembali api.


Sekitar pukul 16.00 WITA, seluruh Tim Satgas Karhutla meninggalkan lokasi dan kembali ke kesatuan masing-masing. Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif.


Kapolsek Balikpapan Barat AKP Hari Purnomo menegaskan pentingnya sinergi seluruh unsur dalam penanganan Karhutla. Kolaborasi antara Kepolisian, TNI, BPBD, PMK, perusahaan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan sekaligus mencegah api kembali meluas.


Polresta Balikpapan juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla serta tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang dapat memicu munculnya api. Setiap informasi mengenai titik api atau kepulan asap diharapkan segera dilaporkan kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.


Upaya pencegahan dan penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Sinergi yang terbangun di lapangan diharapkan dapat terus diperkuat guna menjaga kawasan Kota Balikpapan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar