Balikpapan – Upaya mencari solusi terhadap permasalahan banjir yang kerap melanda lingkungan permukiman terus dilakukan melalui pendekatan dialog dan musyawarah. Hal itu terlihat dalam kegiatan Rembug Warga yang dihadiri Bhabinkamtibmas Kelurahan Graha Indah, Aiptu Ardian Wempi Antariksa, S.H., di Perum Griya Tumaritis RT 65, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Minggu (31/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 23.00 Wita tersebut dihadiri warga RT 65 dan RT 42 Jalan Tumaritis, serta Ketua LPM Kelurahan Graha Indah, Sidik Nur Alam. Pertemuan digelar sebagai forum bersama untuk membahas dampak banjir yang diduga dipengaruhi tingginya debit aliran air dari kawasan perumahan di sekitar wilayah tersebut.
Dalam rembug warga, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan terkait kondisi banjir yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi. Banjir tersebut berdampak pada lingkungan RT 42 dan Perum Griya Tumaritis RT 65 yang lokasinya berdekatan dengan kawasan Grand City.
Menanggapi hal tersebut, Aiptu Ardian Wempi Antariksa mengajak seluruh warga untuk mengedepankan musyawarah dan menjaga situasi tetap kondusif. Ia menekankan pentingnya menyampaikan aspirasi melalui jalur komunikasi yang tepat tanpa mengedepankan emosi.
“Permasalahan yang ada hendaknya disampaikan secara bijaksana kepada pihak terkait melalui Bhabinkamtibmas, Ketua LPM, lurah maupun camat agar dapat dicarikan solusi bersama dengan seluruh pihak yang berkepentingan,” ujarnya dalam forum tersebut.
Bhabinkamtibmas juga mendorong adanya komunikasi dan koordinasi antara pemerintah setempat, warga terdampak, serta pihak pengembang guna mencari formulasi terbaik dalam penanganan persoalan banjir yang terjadi.
Selain membahas permasalahan lingkungan, kesempatan tersebut juga dimanfaatkan untuk memberikan edukasi kamtibmas kepada masyarakat. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gangguan keamanan seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor (C3), bahaya kebakaran, maupun potensi bencana alam lainnya.
Tak hanya itu, masyarakat juga diingatkan agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarluaskan informasi di media sosial. Warga diminta melakukan verifikasi informasi terlebih dahulu guna menghindari penyebaran berita bohong atau hoaks yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.
Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, Bhabinkamtibmas turut mengingatkan pentingnya menyimpan nomor layanan darurat Polri 110 yang dapat dihubungi secara gratis apabila terjadi gangguan kamtibmas maupun keadaan darurat lainnya.
Kegiatan rembug warga berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Diharapkan hasil dialog tersebut menjadi langkah awal terciptanya solusi yang konstruktif dalam penanganan banjir sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga keamanan serta kenyamanan lingkungan.












Tidak ada komentar:
Posting Komentar